Powered By Blogger

Note

Love my life,no matter how hard it may seem.when life gives me a thousand reason to cry,show the world i have a million reason to smile and whatever happens will always be a part of my life... a wonderfull journey!

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Hi welcome to my blog... My name Lintang. I am mother of two children. I am not a super mom, but I try to be a good wife, a friendly and loving mother for them. This blog is about my daily life.tell about my hobby,my life and interesting things arround me...enjoy this blog!

10/5/10

love u papa

Terkenang dibulan november 2009...
Entah kenapa malam itu aku ngerasa lemes banget. lalu aku putuskan tidur lbh awal, padahal azkal masih main game sama ayahnya.dini hari kira2 jam 03.00 tiba tiba aku ngerasa leher kering haus. setelah minum aku rasanya kepingiin bgt nyalain bb, padahal biasanya kalo malem selalu ku off. heran pas udh nyala bunyi sms banyak bgt...ternyata dari adik bungsuku. ngga biasanya dia sms di malam hari..waktu ku baca juga isi smsnya ga jelas...
Cuma 'mba' trus sms ke dua 'udh tidur?' ada lagi smsnya  'papa sakit' lalu masuk sms lg 'oh papa udh gpp' dan yang terakir sms adikku 'mba aku bingung'.

Lemes kakiku waktu baca sms itu, aku tau pasti terjadi sesuatu..tambah panik waktu kutelpon adikku ga direspon, telpon mama juga ga ada jawaban. ternyata mereka di UGD. karena panik aku telpon kakakku yg ternyata belum tau kejadian ini. kami pun panik suara kita sama sama serak. kuberanikan dini hari itu telpon tante adik mamaku di Semarang yang ternyata belum tau kalau papa dibawa ke rumah sakit dini hari itu, dan tanteku berusaha menenangkan kami supaya banyak berdoa dan mempercayakan kalo mereka akan mencari informasi papa dan akan menemani mama menjaga papa. duh Gusti...dipagi hari yg gelap itu aku langsung wudhu dan hanya bisa duduk waktu sholat,berdiripun rasanya ngga mampu. Kasih sayang papa luar biasa besarnya padaku..dan kadang aku merasa porsi sayang papa ke aku teramat besar dibanding ke sodaraku yang lain. sedih rasanya sampai saat ini masih blm bisa membahagiakan beliau.

Sampai subuh aku hanya bisa duduk di sofa tanpa lepas berdoa mata sembab basah perasaan kacau ga karuan. tenang hati ini  mama telpon dan mengabarkan papa membaik sdh dirawat dikamar VIP rs Kariadi. tambah tenang ketika papa bisa kutelpon dan sempat bercanda. aku sudah punya kekuatan lagi untuk beraktifitas mengantarkan anak anak ke sekolah. Tiba tiba jam 10.00 pagi kakakku menelpon dengan suara panik dan minta aku siap2 utuk berangkat ke bandara, dia cm bilang papa anfal tak sadarkan diri dan masuk ICU...!!! padahal tadi pagi kami masih bercanda di telepon papa sudah membaik...
baru tutup telepon dari kakakku, lalu tanteku yang adik papa telpon menangis minta anak papa yang di Jakarta segera menyiapkan diri karena tanteku sedang usahakan cari tiket pesawat untuk ke Semarang. Bagai petir di siang bolong aku ga bisa ngomong apa2, linglung rasanya saat itu..anak anak yang disekolah sedang mid semester ga mungkin kubawa pulang. terpaksa mereka kutinggal di rumah. dan ternyata hari itu tiket pesawat full, hanya tersisa 4 seat Garuda untuk jam 3.30sore. kakakku yang msh dikantor, tanteku yg lg disalon dan posisi kami yang berjauhan langsung gerak cepat mengingat jarak dari cibubur ke bandara yg cukup jauh.

Diantar suamiku kami berkumpul di rumah adik papa. rasa lapar sama sekali tak kami rasakan...padahal kami belum ada yang sarapan, tante sempat membawakan nasi untuk kami makan dijalan..tapi rasanya menelan makanan bukan hal yang mudah saat itu.
persiapan yg serba mendadak, kami pun melawan kemacetan luar biasa siang itu,susah payah kami menembus kemacetan ditengah hujan deras demi satu tujuan...PULANG. siang itu dimobil kami hanya bisa diam tanpa banyak bicara,sibuk dengan pikiran kami masing masing.
dan benar... kami pun nyaris terlambat karena bagasi sudah ditutup, langsung kami lari sambil bawa koper mengejar waktu... baru ingat setelah duduk di kursi pesawat aku blm berpamitan ke suami karena ku tinggal lari begitu turun dari mobil.aku hanya berpamitan lewat sms..

Sesampainya di rumah sakit hari sudah malam...aku liat mama lg tidur di lantai nampak sangat lelah.aku kuatkan diri utk tidak menangis didepan mama..
malam itu kuputuskan tidak ikut tanteku dan kakakku tidur di hotel,aku mau tidur di samping mama dan adikku. kami tidur dilantai rumah sakit hanya pakai tikar, tapi sakit punggung tidur di lantai tidak sebanding dengan penderitaan papa di ruang ICU.

Berat kaki ini melangkah masuk ruang ICU yang sangat dingin dan sepi..serta mendengar suara suara mesin alat bantu di ICU membuatku rapuh. aku blm berani mendekati ruangan papa...hanya mampu melihat dari jauh. tak tega rasanya lihat papa tercinta tubuhnya dipenuhi alat2 bantu prnafasan dalam keadaan tak sadarkan diri. aku tak pernah berani menginjakkan kaki di ICU sendirian,entah mengapa...keberanianku runtuh saat liat kondisi papa. selalu aku berdua adikku,Lanang masuk ruangan..sambil bergandengan tangan kami menemani papa yang blm sadarkan diri. berhari hari aku selalu ditemani Lanang menjaga papa, bergantian dengan mama dan kakakku. selama berhari hari di RS tak pernah sedikitpun Lanang menangis dia selalu tegar dan kuat....sampai akhirnya, siang itu aku liat adikku menangis. kami berpelukan di depan jendela ICU menumpahkan perasaan kacau balau dihati.seminggu di Semarang papa tak ada perkembangan ke arah lebih baik..tetap masih harus dibantu hidup dengan alat. banyak yang memperkirakan papa tak bertahan lama apalagi mengingat papa lemah kalau tak pakai alat bantu pernafasan. Marah sebenarnya setiap dengar orang yg dtng menjenguk berkata ' iklaskan saja ya lintang,untuk kemunginan terburuk dari papa'. Ingin rasanya kumaki yang berkata demikian...namun ragaku terlalu lemah!
kuputuskan aku untuk pulang terlebih dahulu menengok anakku yang sedang ujian. kami memutuskan untuk gantian jaga dengan kakakku. dijalan saat mencari tiket,aku mendapat kabar dalam keadaan tak sadar papa melepas sendiri alat bantu pernafasannya!!! untung saat itu adikku sedang kontrol ke ruangan. jadi bisa dilaporkan ke perawatnya....berat hati ini mau meninggalkan mama dan saudaraku menjaga papa.

Selama di Jakarta aku tak mendapatkan kabar yang indah...hari ke hari cm dpt berita kondisi papa yang fluktuatif. tetapi Allah Maha Besar...tidak ada seorangpun yang tau rencanaNya. walau dokter sudah nyaris menyerah dengan kondisi papa...tapi kekuatan doa adalah obat dari semua. Seluruh keluarga besar,teman teman papa tak pernah putus bersama sama mengirimkan doa.Pun sahabat sahabat papa yang berbeda agama tak pernah berhenti datang berdoa bersama demi kesembuhan papa....

Mukzijat itu datang kepada papa...papa sadar dalam keadaan bugar!! tak nampak kondisi lemah layaknya orang yang tak sadarkan diri lama...
Alhamdulilah ya rab..terimakasih ya Allah, masih mengizinkan papa menghirup udara segar serta mendampingi kami anak2 dan cucu2nya.
karena Papa dan Mama adalah sumber kekuatan bathin kami, anak2nya...Leidi,Lintang,Lanang. Orangtualah energi kami dalam hidup ini karena mereka tak pernah berhenti mengalirkan perhatian,doa, nasihat kasih dan sayang untuk kami bertiga.
Semoga papa dan mama selalu diberi kesehatan olehNya,sampai adikku Lanang menikah...amin.

3 komentar:

Sri Moempoeni said...

lintang, tulisanmu bagus skali..bahasa tertata, rinci..dan bagi mama yang ikut mengalaminya ..ini adalah tulisan fakta pengalaman hidupmu yang sesungguhnya terjadi.Dari pengalaman ini banyak hal yang kau dapat untuk lebih mencintai Allahmu. Amin Ya Robil Alamin.

Unknown said...

speechless aku bacanya...

Putria Lintang said...

mama,love u...
putu,thx ya udh mau baca blog ini..

home