Powered By Blogger

Note

Love my life,no matter how hard it may seem.when life gives me a thousand reason to cry,show the world i have a million reason to smile and whatever happens will always be a part of my life... a wonderfull journey!

About Me

My Photo
Jakarta, Indonesia
Hi welcome to my blog... My name Lintang. I am mother of two children. I am not a super mom, but I try to be a good wife, a friendly and loving mother for them. This blog is about my daily life.tell about my hobby,my life and interesting things arround me...enjoy this blog!

2/11/11

Ada bakteri sakazakii di susu formula anak kita?


Akhir akhir ini sering banget ya kita denger berita tv tentang bakteri di susu formula anak kita..namanya bakteri enterobacter sakazakii. Walau ga ikutan was was karena anak anakku udah ga pada minum susu formula,cm mlongo aja dulu pas masih bayi anakku juga konsumsi itu susu yang berbakteri dooong hahaaa.
Yaaa berpikir positif sajalah,toh didunia ini juga ga ada yang steril bersih bebas dari virus dan bakteri hehe.mungkin juga dalam tubuhkupun numpuk bakteri aneh aneh. yaaa paling menyiasatinya aku " berusaha " memberikan pola hidup sehat di keluargaku.seperti ga makan daging merah(kebetulan sekeluarga emang ga favorit ama si daging sapi ini) jadi kuman penyakit berseliweran disekitar kita yang tak mungkin bisa dihindari itu, sedikit diminimalkan kalaupun harus jatuh sakit heheheee. Toh yang namanya sakit,rejeki,dan kematian itu sudah diatur olehNya bukan begitu ya?yang jelas aku mengandalkan ilmu warisan nenek moyang yaitu pasrah dan tawakal hehheee.
Hmm kerena penasaran apa itu bakteri sakazakii aku browsing dan dapet jawabannya:
Enterobacter sakazakii merupakan bakteri gram negatif anaerob fakultatif, berbentuk koliform (kokoid), dan tidak membentuk spora. Bakteri ini termasuk dalam famili Enterobacteriaceae . Sampai tahun 1980 E. sakazakiidikenal dengan nama Enterobacter cloacae berpigmen kuning
Pada tahun 1980, bakteri ini dikukuhkan dalam genus Enterobacter sebagai suatu spesies baru yang diberi namaEnterobacter sakazakii untuk menghargai seorang bakteriolog Jepang bernama Riichi Sakazakii. Reklasifikasi ini dilakukan berdasarkan studi DNA hibridisasi yang menunjukkan kemiripan 41% dengan Citrobacter freundii dan 51% dengan Enterobacter cloacae .
Habitat dan Sumber Penyebaran
Enterobacter sakazakii bukan merupakan mikroorganisme normal pada saluran pencernaan hewan dan manusia, sehingga disinyalir bahwa tanah, air, sayuran, tikus dan lalat merupakan sumber infeksi.  Enterobacter sakazakii dapat ditemukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susucoklatkentang, sereal, dan pasta), lingkungan berair, sedimen tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju,sosisdaging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk. 
Bahaya Kesehatan
Laporan mengenai infeksi E. sakazakii menunjukkan bahwa bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak danradang usus pada bayi. Kelompok bayi yang memiliki resiko tertinggi terinfeksi E. sakazakii yaitu neonatus (baru lahir hingga umur 28 hari), bayi dengan gangguan sistem tubuh, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) 
Enterobacter sp. merupakan patogen nosokomial yang menjadi penyebab berbagai macam infeksi termasuk bakteremia, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut, radang jantung, radang sendi, osteomyelitis, dan infeksi mata 
Angka kematian akibat infeksi E. sakazakii mencapai 40-80%.  Sebanyak 50% pasien yang dilaporkan menderita infeksi E. sakazakii meninggal dalam waktu satu minggu setelah diagnosa. Hingga kini belum ada penentuan dosis infeksi E. sakazakii, namun sebesar 3 cfu/100 gram dapat digunakan sebagai perkiraan awal dosis infeksi 


0 komentar:

home